Sejak manusia pertama kali menatap langit, Bulan telah menjadi simbol keingintahuan dan ambisi eksplorasi luar angkasa. Perjalanan manusia ke Bulan merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sains dan teknologi. Dari program Apollo yang pertama kali mengantarkan manusia ke Bulan hingga program Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke sana, eksplorasi Bulan terus berkembang dengan teknologi dan visi baru, Sejarah perjalanan manusia ke Bulan: Dari Apollo hingga Artemis.
Program Apollo: Langkah Pertama Manusia di Bulan
Proyek eksplorasi luar angkasa yang dikembangkan oleh NASA pada tahun 1960-an dengan tujuan utama mendaratkan manusia di Bulan. Program ini dilatarbelakangi oleh perlombaan antariksa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang Dingin.
Misi Apollo diawali dengan berbagai uji coba, termasuk Apollo 1 yang berakhir tragis akibat kebakaran dalam kapsul saat uji darat pada tahun 1967. Namun, NASA terus melanjutkan upayanya dan mencapai keberhasilan dengan misi Apollo 11.
Apollo 11: Pendaratan Bersejarah di Bulan
Pada 16 Juli 1969, Apollo 11 diluncurkan dengan membawa tiga astronot: Neil Armstrong, Edwin “Buzz” Aldrin, dan Michael Collins. Empat hari kemudian, pada 20 Juli 1969, modul lunar Eagle berhasil mendarat di permukaan Bulan di kawasan Mare Tranquillitatis.
Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan dengan kata-kata legendarisnya:
“That’s one small step for man, one giant leap for mankind.”
Buzz Aldrin menyusul beberapa menit kemudian, sementara Michael Collins tetap berada di orbit Bulan di modul komando Columbia. Mereka menghabiskan sekitar dua setengah jam menjelajahi permukaan Bulan, mengumpulkan sampel batuan, dan menanam bendera Amerika Serikat.
Apollo 11 membuka jalan bagi misi-misi selanjutnya, seperti Apollo 12 hingga Apollo 17, yang membawa lebih banyak penelitian ilmiah dan eksplorasi di Bulan.
Program Artemis: Kembalinya Manusia ke Bulan
Setelah program Apollo berakhir pada tahun 1972, eksplorasi manusia ke Bulan mengalami jeda panjang. Namun, pada abad ke-21, NASA meluncurkan program Artemis dengan tujuan membawa manusia kembali ke Bulan sebagai bagian dari persiapan eksplorasi ke Mars.
Artemis I: Uji Coba Tanpa Awak
Pada 16 November 2022, Artemis I diluncurkan sebagai misi uji coba tanpa awak menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion. Misi ini bertujuan untuk menguji teknologi yang akan digunakan dalam penerbangan berawak mendatang.
Artemis II: Misi Berawak Pertama ke Orbit Bulan
Dijadwalkan pada 2024, Artemis II akan menjadi misi berawak pertama dalam program ini. Meskipun tidak akan mendarat di Bulan, empat astronot akan mengorbit Bulan menggunakan kapsul Orion sebelum kembali ke Bumi.
Artemis III: Pendaratan Manusia Kembali ke Bulan
Direncanakan pada 2025 atau 2026, Artemis III akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan, termasuk wanita pertama dan astronot kulit berwarna pertama. Misi ini akan berfokus pada eksplorasi kawasan kutub selatan Bulan, yang diyakini mengandung es yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya bagi eksplorasi lebih lanjut.
Masa Depan Eksplorasi Bulan
Program Artemis bukan hanya tentang pendaratan manusia di Bulan, tetapi juga sebagai langkah awal menuju eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh, termasuk perjalanan ke Mars.
Kesimpulan
Dari Apollo hingga Artemis, perjalanan manusia ke Bulan menunjukkan pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kerja sama internasional, masa depan eksplorasi Bulan dan planet lainnya semakin menjanjikan.